Tatkala malam naik ke tahtanya,
Hanya gelap yang terlihat dalam visi manusia,
Tanpa ada cahaya yang mendamba,
Seolah mata menjadi buta seketika.
Manusia berkeliaran tanpa ada arah panduan,
Mencari, meraba, seolah semua yang dituju kehilangan makna,
Mereka tersesat dalam siklus yang tak bisa lagi diduga,
Hanya bermodal harapan esok akan ada cahaya.
Oh Tuhan yang melihat dalam segalanya,
Tanpa ada batasan gelap dan cahaya,
Bimbing mereka dan juga hamba,
Makhluk tersesat dalam gelapnya malam gulita,
Yang tak lelah untuk sekedar mencari seberkas cahaya.
Oh Tuhan yang maha tahu akan segala hal,
Tanpa ada batasan halangan akal,
Beri hamba dan mereka yang masih bertanya dengan jawaban yang tak pernah bisa kehilangan makna,
Entah dalam tandamu atau dalam suratanmu.
Hamba buta, hamba bodoh, dan hamba tak bisa keluar dalam siklus neraka ini,
Mencari apa yang tak bisa hamba temui dan bertanya tentang apa yang tak bisa hamba dapatkan jawabannya.
Pandangan hamba menghalangi jalan apa yang seharusnya hamba lalui, dan akal hamba membatasi jawaban apa yang seharusnya hamba dapatkan.
Oh Tuhan, hamba bosan dengan keadaan saat ini,
Terlalu terpaku pada apa yang terlihat baik dan selalu menolak dengan apa yang terlihat buruk,
Entah itu cobaan, ujian, atau jawaban dari segala hal yang hamba tanyakan.
Tolong hamba Tuhan, beri hamba kekuatan untuk terus bertahan,
Menyusuri jalan yang tak berkesudahan,
Berpikir tentang semua yang tak bisa hamba pikirkan,
Dan menyiapkan diri untuk selalu berpasrah pada semua apa yang disebut suratan.
Jatimelati, 8 Juni 2021
•MgilangDL•
Komentar
Posting Komentar