Langsung ke konten utama

Postingan

Gelap

Tatkala malam naik ke tahtanya, Hanya gelap yang terlihat dalam visi manusia, Tanpa ada cahaya yang mendamba, Seolah mata menjadi buta seketika.  Manusia berkeliaran tanpa ada arah panduan,  Mencari, meraba, seolah semua yang dituju kehilangan makna, Mereka tersesat dalam siklus yang tak bisa lagi diduga, Hanya bermodal harapan esok akan ada cahaya.  Oh Tuhan yang melihat dalam segalanya, Tanpa ada batasan gelap dan cahaya,  Bimbing mereka dan juga hamba,  Makhluk tersesat dalam gelapnya malam gulita,  Yang tak lelah untuk sekedar mencari seberkas cahaya. Oh Tuhan yang maha tahu akan segala hal, Tanpa ada batasan halangan akal, Beri hamba dan mereka yang masih bertanya dengan jawaban yang tak pernah bisa kehilangan makna, Entah dalam tandamu atau dalam suratanmu. Hamba buta, hamba bodoh, dan hamba tak bisa keluar dalam siklus neraka ini, Mencari apa yang tak bisa hamba temui dan bertanya tentang apa yang tak bisa hamba dapatkan jawabannya. Pandangan hamba m...
Postingan terbaru

Tua

Tatkala usia sudah terasa menua, Diri mulai berkaca dari masa lalu yang terlihat hina, Warna hitam dan abu-abu tanpa kejelasan yang ada, Hanya kesenangan tanpa pernah berpikir tentang kesengsaraan setelahnya. Perlahan tubuh mulai terasa melemah, Pikiran sudah tergerak untuk menjadi lebih terarah, Memacu diri untuk lebih belajar mengalah, Berkompromi dengan semua untuk hidup yang lebih berkah, Kembali menundukan diri kepada Sang Maha Pencinta, Belajar bersujud yang hampir terlupa, Berpasrah diri yang dulu sempat merasa paling segalanya, Ternyata hanya debu yang terbang dalam luasnya semesta. Oh Tuhan, Hamba mohon ampun akan semua kekhilapan yang ada, Dosa yang sudah menjadi kebiasaan dalam kehidupan sebelumnya, Semoga bisa menjadi pengingat diri agar tidak kembali terjebak sekali lagi. •MgilangDL•

Selamat Kawan

Hey bujang, Kini kau sudah tak lagi lajang, Sudah ada pendamping yang siap membantumu untuk terus menerjang, Derasnya kehidupan yang tetap harus kau tantang. Hey kawan, Kau tak bisa lagi bertindak serampangan, Harus terus berpikir tentang perasaan pasangan, Yang selalu khawatir tentang apa yang akan kau lakukan, Tatkala mengambil keputusan untuk masa depan. Hey teman, Aku hanya bisa mengucap selamat berjuang, Semoga kau bisa selalu menjadi tameng terdepan, Menjaga dan menjunjung tinggi kehormatan keluarga kecilmu kedepan. Selamat untukmu rekan, Do'aku agar kamu bahagia bersama dengannya, Membangun istana abadi dalam berkahnya romansa cinta dengan si kecil nanti. •MgilangDL•

Maghribnya Sang Pendosa

Gema adzan berkumandang dari sudut surau, Mengabarkan aku jika Tuhan masih menunggu, Diriku yang penuh dosa ini untuk bersujud memohon ampunan dari Khaliq-Nya. Sedangkan aku, Masih terlena akan kesibukan dunia yang ada, Bernafas dengan kemewahan yang fana, Mengejar kebahagian semu semata, Memuaskan nafsu birahi dari mata yang telah menutup hati, Sampai akhirnya Tuhan hanya menertawakan aku sebagai hamba-Nya. Melihat penuh keheranan darimana kebangaan itu ada, Merasa diri ini jumawa dengan segalanya, Nyatanya diri masih miskin limpahan rahmat dari-Nya. Perlahan senja menghilang dari cakrawala, Gema adzan berkumandang dari surau yang tampak tak bernyawa, Sepi terlintas dari pandang makhluk fana, Hanya terlihat kakek tua berdiri dengan khusuknya, Seolah mengejek aku yang muda dengan bangganya, Tak ada waktu untuk sekedar berbaris dan bersujud kepada Sang Khaliq bersama dirinya. Nyatanya aku hanya termenung dalam kesendirian, Meratap akan semua perbuatan yang telah aku lakukan, Perjuangan ...

Bahagia Yang Sebenarnya

Hei tuan, Bolehkah hamba bertanya? Jikalau boleh, hamba ingin menanyakan apa kebahagiaan yang sebenarnya itu ada? Karena hamba merasa diri selalu tersesat dalam lamunan hampa, Meraba-raba seperti orang yang buta, Layaknya orang yang telah kehilangan panduan cahaya. Hei tuan, Bagaimana pertanyaan hamba? Apa tuan sudah mendapat jawaban darinya? Dari orang yang masih bisa tersenyum walau diterpa musibah yang tiada tara, Dari dia yang sampai saat ini masih bisa tertawa dibalik keadaan yang membuatnya berjuang sampai basah oleh keringat dan debu pekerjaannya, Atau dari mereka yang masih bisa bercanda ria padahal mereka tak bisa makan walau sebutir nasi karena ekonomi yang memaksa. Hei tuan! Jadi bagaimana? Hamba ini masih menunggu jawaban yang nyata, Bukan celoteh semu dari kau yang merasa bijaksana, Seolah semua bisa terselesaikan oleh kata, Padahal diri saja sudah tak kuasa menahan kesedihan yang tersirat dari mata. Hamba merasa jengah dengan semua, Muak dengan senyum kepalsuan yang ada, ...

Pengen Ngeluh, Boleh Gak Sih?

Hallo sob, buat bagian ini gw mau sedikit share obrolan gw sama saudara gw kemaren, yah ngobrol ngalor ngidul, ditemenin kopi, sore-sore lagi kan. Itu udah kaya gw langsung dapet pencerahan seketika dah, udh ngerasa kaya orang tua bijak pada masanya. Obrolannya sih boleh dikata receh ya, cuma bahas perkara ngeluh doang tapi lamanya bisa sampe dua jam kaga berenti itu obrolan, selagi kopi sama temennya kopi masih ada yah obrolan lanjut terus. Nah sekarang gw coba share disini aja kali ya, moga aja banyak sobat-sobat gw disini yang kebetulan mampir dan baca ini bisa merasa tercerahkan. ☺☺☺ Saudara gw cuma nanya gini doang sih "sebenernya kita boleh gk sih buat ngeluh?" Kalo menurut lu pada gimana sob? kalo ada diantara lu yang punya pendapat lain silahkan yah, tapi ini menurut pendapat gw sendiri yang bukan seorang ahli atau yang lainnya, menurut gw kalo kita ngeluh itu sah-sah aja, karena kodratnya kita sebagai manusia pasti bakal ada titik dimana kita ngerasa capek aja gitu s...

Rasaku Kini

Sudah lama aku tak mendengar kabar cerita, Tentang kamu yang sedang aku cinta, Namun, kini cinta hilang entah kemana? Tapi rasa tak bisa lepas dalam bayang senja. Hei nona yang dulu sempat bercakap ria, Bertanya kabar, bertukar cerita, dan berkhayal tentang asa disaat kita menua bersama, Bagaimana kabarmu disana? Apa kau sudah lupa dengan aku yang biasa-biasa saja? Atau kau memang tak memiliki rasa disaat kita sedang bersama? Sedangkan aku? Ah, sudahlah. Toh aku hanya bisa menjaga, Sampai nanti rasa akan hilang dengan sewajarnya, Namun kenangan akan selalu terpatri didalam sana, Didalam sudut hati yang nanti menjadi tawa,  lalu, akan kubilang sebagai 'cerita bodohnya rasa'. Aku sadar, aku juga mengerti. Terkadang, cinta hadir hanya untuk menjadi penggembira asa, Menyemangati hati yang sudah lama merasa sepi, Menyadarkan diri bahwa aku tidak sendiri, Masih ada engkau yang bisa menjadi penenang dan penyemangat hati. Tapi mungkin tuhan berkata lain, Kita berpisah dengan cara yang ...