Tatkala malam naik ke tahtanya, Hanya gelap yang terlihat dalam visi manusia, Tanpa ada cahaya yang mendamba, Seolah mata menjadi buta seketika. Manusia berkeliaran tanpa ada arah panduan, Mencari, meraba, seolah semua yang dituju kehilangan makna, Mereka tersesat dalam siklus yang tak bisa lagi diduga, Hanya bermodal harapan esok akan ada cahaya. Oh Tuhan yang melihat dalam segalanya, Tanpa ada batasan gelap dan cahaya, Bimbing mereka dan juga hamba, Makhluk tersesat dalam gelapnya malam gulita, Yang tak lelah untuk sekedar mencari seberkas cahaya. Oh Tuhan yang maha tahu akan segala hal, Tanpa ada batasan halangan akal, Beri hamba dan mereka yang masih bertanya dengan jawaban yang tak pernah bisa kehilangan makna, Entah dalam tandamu atau dalam suratanmu. Hamba buta, hamba bodoh, dan hamba tak bisa keluar dalam siklus neraka ini, Mencari apa yang tak bisa hamba temui dan bertanya tentang apa yang tak bisa hamba dapatkan jawabannya. Pandangan hamba m...
Tatkala usia sudah terasa menua, Diri mulai berkaca dari masa lalu yang terlihat hina, Warna hitam dan abu-abu tanpa kejelasan yang ada, Hanya kesenangan tanpa pernah berpikir tentang kesengsaraan setelahnya. Perlahan tubuh mulai terasa melemah, Pikiran sudah tergerak untuk menjadi lebih terarah, Memacu diri untuk lebih belajar mengalah, Berkompromi dengan semua untuk hidup yang lebih berkah, Kembali menundukan diri kepada Sang Maha Pencinta, Belajar bersujud yang hampir terlupa, Berpasrah diri yang dulu sempat merasa paling segalanya, Ternyata hanya debu yang terbang dalam luasnya semesta. Oh Tuhan, Hamba mohon ampun akan semua kekhilapan yang ada, Dosa yang sudah menjadi kebiasaan dalam kehidupan sebelumnya, Semoga bisa menjadi pengingat diri agar tidak kembali terjebak sekali lagi. •MgilangDL•