Hei tuan,
Bolehkah hamba bertanya?
Jikalau boleh, hamba ingin menanyakan apa kebahagiaan yang sebenarnya itu ada?
Karena hamba merasa diri selalu tersesat dalam lamunan hampa,
Meraba-raba seperti orang yang buta,
Layaknya orang yang telah kehilangan panduan cahaya.
Hei tuan,
Bagaimana pertanyaan hamba?
Apa tuan sudah mendapat jawaban darinya?
Dari orang yang masih bisa tersenyum walau diterpa musibah yang tiada tara,
Dari dia yang sampai saat ini masih bisa tertawa dibalik keadaan yang membuatnya berjuang sampai basah oleh keringat dan debu pekerjaannya,
Atau dari mereka yang masih bisa bercanda ria padahal mereka tak bisa makan walau sebutir nasi karena ekonomi yang memaksa.
Hei tuan!
Jadi bagaimana?
Hamba ini masih menunggu jawaban yang nyata,
Bukan celoteh semu dari kau yang merasa bijaksana,
Seolah semua bisa terselesaikan oleh kata,
Padahal diri saja sudah tak kuasa menahan kesedihan yang tersirat dari mata.
Hamba merasa jengah dengan semua,
Muak dengan senyum kepalsuan yang ada,
Merasa dihina oleh tawa paksaan dari mereka,
Dan bingung oleh canda yang mereka buat untuk membohongi nyata yang ada.
Tolong hamba tuan,
Beri hamba jawaban yang memuaskan,
Mengobati gelisah dalam hati puan,
Dan mengerti dengan sendirinya arti dari kebahagiaan.
•MgilangDL•
Komentar
Posting Komentar