Sudah lama aku tak mendengar kabar cerita, Tentang kamu yang sedang aku cinta, Namun, kini cinta hilang entah kemana? Tapi rasa tak bisa lepas dalam bayang senja. Hei nona yang dulu sempat bercakap ria, Bertanya kabar, bertukar cerita, dan berkhayal tentang asa disaat kita menua bersama, Bagaimana kabarmu disana? Apa kau sudah lupa dengan aku yang biasa-biasa saja? Atau kau memang tak memiliki rasa disaat kita sedang bersama? Sedangkan aku? Ah, sudahlah. Toh aku hanya bisa menjaga, Sampai nanti rasa akan hilang dengan sewajarnya, Namun kenangan akan selalu terpatri didalam sana, Didalam sudut hati yang nanti menjadi tawa, lalu, akan kubilang sebagai 'cerita bodohnya rasa'. Aku sadar, aku juga mengerti. Terkadang, cinta hadir hanya untuk menjadi penggembira asa, Menyemangati hati yang sudah lama merasa sepi, Menyadarkan diri bahwa aku tidak sendiri, Masih ada engkau yang bisa menjadi penenang dan penyemangat hati. Tapi mungkin tuhan berkata lain, Kita berpisah dengan cara yang ...