Fajar telah terbit kembali,
Bayang semu telah bangkit lagi,
Dan asa kembali tercipta dalam lamunan sang nestapa.
Bagai kemarau yang tak berkesudahan,
Hujan semalam menghapus segala kegelisahan,
Menumbuhkan benih harapan,
Untuk aku yang terpuruk dalam lamunan.
Oh Tuhan,
Inikah teguran yang Engkau berikan,
Atau candaan tatkala Engkau bosan melihat aku yang tak ada perubahan,
Bergumul dengan setiap angan,
Tak bisa melangkah menjalani setiap kesempatan.
Oh Tuhan,
Aku baru saja ingin bangkit,
Melihat secercah harapan yang ingin selalu aku kait,
Tak ingin aku lepas walau sedetik,
Tapi nyatanya yang ku genggam bukanlah hal yang baik,
Karena itu telah menghilang barang sedetik,
Meninggalkan aku yang linglung dan bingung,
Entah harus tertawa atau menangis dalam nestapa yang ada.
Oh Tuhan,
Berikan aku sedikit kesempatan,
Untuk kembali menggenggam harapan,
Tatkala hidupku sudah terjebak dalam jurang kegelapan,
Mencari segala yang bisa aku cari,
Meraih segala yang bisa aku raih,
Dan berjuang dengan segala yang bisa aku perjuangkan.
•MgilangDL•
Komentar
Posting Komentar