Langsung ke konten utama

Rasaku Kini

Sudah lama aku tak mendengar kabar cerita,
Tentang kamu yang sedang aku cinta,
Namun, kini cinta hilang entah kemana?
Tapi rasa tak bisa lepas dalam bayang senja.

Hei nona yang dulu sempat bercakap ria,
Bertanya kabar, bertukar cerita, dan berkhayal tentang asa disaat kita menua bersama,
Bagaimana kabarmu disana?
Apa kau sudah lupa dengan aku yang biasa-biasa saja?
Atau kau memang tak memiliki rasa disaat kita sedang bersama?

Sedangkan aku?
Ah, sudahlah.
Toh aku hanya bisa menjaga,
Sampai nanti rasa akan hilang dengan sewajarnya,
Namun kenangan akan selalu terpatri didalam sana,
Didalam sudut hati yang nanti menjadi tawa, 
lalu, akan kubilang sebagai 'cerita bodohnya rasa'.

Aku sadar, aku juga mengerti.
Terkadang, cinta hadir hanya untuk menjadi penggembira asa,
Menyemangati hati yang sudah lama merasa sepi,
Menyadarkan diri bahwa aku tidak sendiri,
Masih ada engkau yang bisa menjadi penenang dan penyemangat hati.

Tapi mungkin tuhan berkata lain,
Kita berpisah dengan cara yang sangat tidak menyenangkan,
Tanpa aku tau kamu telah menghilang,
Membiarkan hati yang gembira menjadi sedih dalam sejenak,
Membiarkan aku termenung dalam lamunan yang tak berkesudahan,
Sampai akhirnya aku bisa mengerti dengan jalan cinta ini.

Nona, terimakasih karena sudah mampir,
Menepi dalam hati yang hanya bisa berdiri disudut mimpi,
Namun kau telah menarikku ke tengah-tengah badai ambisi,
Kini biarkan aku sendiri lagi,
Entah kembali ke sudut mimpi,
Atau menjemput cinta menyebrangi badai ambisi,
Biarkan hati yang menjawabnya dengan sendiri,
Toh aku percaya jika kelak akan ada yang menarikku lagi,
Atau aku yang akan menarik dia seperti kau yang dulu menarikku kembali.

•MgilangDL•

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Aku Cemburu

Aku cemburu dengan malammu, Karena malamku selalu mengharapkan hadirmu, Sedangkan malammu selalu ditemani oleh dia yang kau rindu. Aku cemburu dengan pagimu, Karena pagiku masih saja merindukan dirimu, Sedangkan pagimu selalu bercengkrama mesra dengan dirinya. Aku cemburu dengan senjamu, Karena dalam senjaku selalu terbayang dirimu, Sedangkan dalam sejamu selalu indah ditemani hangat cintanya. Tapi bisa apa aku dengan cemburuku? Karena cemburuku bukan hal yang penting untukmu, Cemburuku hanya penghalang aku dekat denganmu. Aku hanya bisa menuangkan cemburuku dalam tulisan usang yang tak mungkin kamu tau, Dan disitulah aku bisa meluapkan semuanya, Seolah duniaku hanya ada kamu dan setumpuk coretan tentang dirimu. •MgilangDL•

Gelap

Tatkala malam naik ke tahtanya, Hanya gelap yang terlihat dalam visi manusia, Tanpa ada cahaya yang mendamba, Seolah mata menjadi buta seketika.  Manusia berkeliaran tanpa ada arah panduan,  Mencari, meraba, seolah semua yang dituju kehilangan makna, Mereka tersesat dalam siklus yang tak bisa lagi diduga, Hanya bermodal harapan esok akan ada cahaya.  Oh Tuhan yang melihat dalam segalanya, Tanpa ada batasan gelap dan cahaya,  Bimbing mereka dan juga hamba,  Makhluk tersesat dalam gelapnya malam gulita,  Yang tak lelah untuk sekedar mencari seberkas cahaya. Oh Tuhan yang maha tahu akan segala hal, Tanpa ada batasan halangan akal, Beri hamba dan mereka yang masih bertanya dengan jawaban yang tak pernah bisa kehilangan makna, Entah dalam tandamu atau dalam suratanmu. Hamba buta, hamba bodoh, dan hamba tak bisa keluar dalam siklus neraka ini, Mencari apa yang tak bisa hamba temui dan bertanya tentang apa yang tak bisa hamba dapatkan jawabannya. Pandangan hamba m...

Bolehkah Tuhan?

Tuhan bolehkah aku lelah? Menjalani kehidupan yang mulai tak terarah, Merasa diri ini sudah lemah, Dan hanya tinggal menunggu ajal datang menyapa ramah. Tuhan bolehkah aku pulang? Kembali kepangkuan dari pemilik semesta alam? Atau Engkau masih percaya aku mampu bertahan, Menjalani semua sampai takdir berkata aku harus pulang. Tuhan jika memang aku masih harus disini, Meratapi hari dengan kejenuhan yang tak berarti, Maka buatlah diri ini menjadi sosok yang kuat dan tak akan mau berlari, Buatlah diri ini menjadi pribadi yang mampu menatap semuanya dan melangkah maju menghancurkan segala ambisi. Tuhan aku hanya ingin pergi, Tapi jika memang aku tak bisa untuk pergi ijinkan aku untuk menepi, Menyiapkan diri menjalani hari, Sampai nanti bahagia akan datang mengantri. Tuhan semoga aku bisa terus menjalani hari, Mengikhlaskan semua rasa sakit yang terpatri dihati, Dan kelak akan ada orang yang menggantinya dengan kebahagiaan yang sangat berati. Semoga Tuhan. •MgilangDL•