Sudah lama aku tak mendengar kabar cerita,
Tentang kamu yang sedang aku cinta,
Namun, kini cinta hilang entah kemana?
Tapi rasa tak bisa lepas dalam bayang senja.
Hei nona yang dulu sempat bercakap ria,
Bertanya kabar, bertukar cerita, dan berkhayal tentang asa disaat kita menua bersama,
Bagaimana kabarmu disana?
Apa kau sudah lupa dengan aku yang biasa-biasa saja?
Atau kau memang tak memiliki rasa disaat kita sedang bersama?
Sedangkan aku?
Ah, sudahlah.
Toh aku hanya bisa menjaga,
Sampai nanti rasa akan hilang dengan sewajarnya,
Namun kenangan akan selalu terpatri didalam sana,
Didalam sudut hati yang nanti menjadi tawa,
lalu, akan kubilang sebagai 'cerita bodohnya rasa'.
Aku sadar, aku juga mengerti.
Terkadang, cinta hadir hanya untuk menjadi penggembira asa,
Menyemangati hati yang sudah lama merasa sepi,
Menyadarkan diri bahwa aku tidak sendiri,
Masih ada engkau yang bisa menjadi penenang dan penyemangat hati.
Tapi mungkin tuhan berkata lain,
Kita berpisah dengan cara yang sangat tidak menyenangkan,
Tanpa aku tau kamu telah menghilang,
Membiarkan hati yang gembira menjadi sedih dalam sejenak,
Membiarkan aku termenung dalam lamunan yang tak berkesudahan,
Sampai akhirnya aku bisa mengerti dengan jalan cinta ini.
Nona, terimakasih karena sudah mampir,
Menepi dalam hati yang hanya bisa berdiri disudut mimpi,
Namun kau telah menarikku ke tengah-tengah badai ambisi,
Kini biarkan aku sendiri lagi,
Entah kembali ke sudut mimpi,
Atau menjemput cinta menyebrangi badai ambisi,
Biarkan hati yang menjawabnya dengan sendiri,
Toh aku percaya jika kelak akan ada yang menarikku lagi,
Atau aku yang akan menarik dia seperti kau yang dulu menarikku kembali.
•MgilangDL•
Komentar
Posting Komentar