Senjaku tiba-tiba saja datang,
Ia menyapa hanya untuk mengingatkan,
Kemudian pergi sembari bilang bahwa kini aku telah berkurang.
Senjaku tak dapat lagi ku ulang,
Aku hanya bisa pasrah mengikuti jalannya kehidupan,
Dan diri tetap mencoba berusaha dan terus berjuang.
Senjaku pergi untuk menyapa dikemudian hari,
Mengingatkan diri apa masih berdiam atau bergerak barang satu mili,
Mencoret kertas yang hampir tertutup oleh tinta yang tak jelas,
Sembari menanyakan diri tentang apa yang akan kujalani nanti.
Lalu diri hanya bisa berucap dalam hati,
Meminta kepada Sang Penulis Takdir untuk tetap bisa melangkah dalam kehidupan fana ini,
Dan terus berusaha untuk mempersiapkan kelak kehidupan yang abadi.
Terimakasih senjaku karena engkau masih mau kembali,
Dan semoga esok atau lusa aku masih bisa mendengar sapaanmu dalam kehidupan ini.
•MgilangDL•
Komentar
Posting Komentar