Berpikir jauh untuk kembali,
namun nyatanya kaki masih ingin melangkah pergi,
entah kemana diri ini kan dibawa pergi?
Aku hanya bisa pasrah mengikuti.
Seolah logika tak lagi berfungsi,
nalar terkalahkan oleh rasa yang tak bisa dibendung lagi,
mengharapkan dia untuk datang menghampiri,
tapi ternyata dia hanya menyapa untuk pergi kembali.
Lalu,
Hanya bisa mengutuki diri dengan kekonyolan tingkah selama ini,
padahal nyatanya itu pilihan yang dulu ku anggap pasti,
setelah semesta menunjukan kuasa akan segala perjalanan ini,
ku hanya bisa termenung dan pasrah menyesali.
•MgilangDL•
Komentar
Posting Komentar