Rinduku hanyalah rindu yang tak bisa menjadi temu,
Rasaku hanyalah rasa yang enggan untuk menjadi nyata,
Dan kamu hanyalah imaji yang selalu aku nikmati dalam mimpi.
Diri mulai tersadar dari indahnya khayalan selama ini,
Melepas kekang yang dulu selalu aku harapkan,
Dan kini menjadi parasit dalam kehidupan.
Tolong kembali lah tuan logika,
Usir lah nyonya rasa yang selalu hinggap dalam malam penuh nestapa,
Toh aku, hanya punya engkau dan dia,
Ketika kau tiada, dia pun mengambil alih dan memerintah dengan suka-suka.
Dan kau si pemicu api dalam jerami yang kering ini,
Apakah sulit bagimu hanya untuk sekedar mengerti,
Jikalau jerami ini adalah tumpukan rumput kering yang sudah lama tak tersiram air hujan.
Pantaslah kini semua habis telah hangus dimakan api,
Semua berasa cepat dan seolah hanya adegan dalam mimpi,
Karena dalam bangun ku kini,
Kau telah pergi dan hanya melihatku sebagai kepingan kecil kehidupan kini.
•MgilangDL•
Komentar
Posting Komentar