Langsung ke konten utama

Nestapa

Rinduku hanyalah rindu yang tak bisa menjadi temu,
Rasaku hanyalah rasa yang enggan untuk menjadi nyata,
Dan kamu hanyalah imaji yang selalu aku nikmati dalam mimpi.

Diri mulai tersadar dari indahnya khayalan selama ini,
Melepas kekang yang dulu selalu aku harapkan,
Dan kini menjadi parasit dalam kehidupan.

Tolong kembali lah tuan logika,
Usir lah nyonya rasa yang selalu hinggap dalam malam penuh nestapa,
Toh aku, hanya punya engkau dan dia,
Ketika kau tiada, dia pun mengambil alih dan memerintah dengan suka-suka.

Dan kau si pemicu api dalam jerami yang kering ini,
Apakah sulit bagimu hanya untuk sekedar mengerti,
Jikalau jerami ini adalah tumpukan rumput kering yang sudah lama tak tersiram air hujan.

Pantaslah kini semua habis telah hangus dimakan api,
Semua berasa cepat dan seolah hanya adegan dalam mimpi,
Karena dalam bangun ku kini,
Kau telah pergi dan hanya melihatku sebagai kepingan kecil kehidupan kini.

•MgilangDL•

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Aku Cemburu

Aku cemburu dengan malammu, Karena malamku selalu mengharapkan hadirmu, Sedangkan malammu selalu ditemani oleh dia yang kau rindu. Aku cemburu dengan pagimu, Karena pagiku masih saja merindukan dirimu, Sedangkan pagimu selalu bercengkrama mesra dengan dirinya. Aku cemburu dengan senjamu, Karena dalam senjaku selalu terbayang dirimu, Sedangkan dalam sejamu selalu indah ditemani hangat cintanya. Tapi bisa apa aku dengan cemburuku? Karena cemburuku bukan hal yang penting untukmu, Cemburuku hanya penghalang aku dekat denganmu. Aku hanya bisa menuangkan cemburuku dalam tulisan usang yang tak mungkin kamu tau, Dan disitulah aku bisa meluapkan semuanya, Seolah duniaku hanya ada kamu dan setumpuk coretan tentang dirimu. •MgilangDL•

Gelap

Tatkala malam naik ke tahtanya, Hanya gelap yang terlihat dalam visi manusia, Tanpa ada cahaya yang mendamba, Seolah mata menjadi buta seketika.  Manusia berkeliaran tanpa ada arah panduan,  Mencari, meraba, seolah semua yang dituju kehilangan makna, Mereka tersesat dalam siklus yang tak bisa lagi diduga, Hanya bermodal harapan esok akan ada cahaya.  Oh Tuhan yang melihat dalam segalanya, Tanpa ada batasan gelap dan cahaya,  Bimbing mereka dan juga hamba,  Makhluk tersesat dalam gelapnya malam gulita,  Yang tak lelah untuk sekedar mencari seberkas cahaya. Oh Tuhan yang maha tahu akan segala hal, Tanpa ada batasan halangan akal, Beri hamba dan mereka yang masih bertanya dengan jawaban yang tak pernah bisa kehilangan makna, Entah dalam tandamu atau dalam suratanmu. Hamba buta, hamba bodoh, dan hamba tak bisa keluar dalam siklus neraka ini, Mencari apa yang tak bisa hamba temui dan bertanya tentang apa yang tak bisa hamba dapatkan jawabannya. Pandangan hamba m...

Bolehkah Tuhan?

Tuhan bolehkah aku lelah? Menjalani kehidupan yang mulai tak terarah, Merasa diri ini sudah lemah, Dan hanya tinggal menunggu ajal datang menyapa ramah. Tuhan bolehkah aku pulang? Kembali kepangkuan dari pemilik semesta alam? Atau Engkau masih percaya aku mampu bertahan, Menjalani semua sampai takdir berkata aku harus pulang. Tuhan jika memang aku masih harus disini, Meratapi hari dengan kejenuhan yang tak berarti, Maka buatlah diri ini menjadi sosok yang kuat dan tak akan mau berlari, Buatlah diri ini menjadi pribadi yang mampu menatap semuanya dan melangkah maju menghancurkan segala ambisi. Tuhan aku hanya ingin pergi, Tapi jika memang aku tak bisa untuk pergi ijinkan aku untuk menepi, Menyiapkan diri menjalani hari, Sampai nanti bahagia akan datang mengantri. Tuhan semoga aku bisa terus menjalani hari, Mengikhlaskan semua rasa sakit yang terpatri dihati, Dan kelak akan ada orang yang menggantinya dengan kebahagiaan yang sangat berati. Semoga Tuhan. •MgilangDL•