Langsung ke konten utama

Terjebak Rasa

Aku lelah,
Aku masih lemah,
Terus terjebak dalam kenangan,
Menahan rindu yang tak berkesudahan,
Menelan pahitnya rasa yang tak akan menjadi nyata.

Aku tak bisa bangkit,
Aku masih terbaring dalam rasa sakit,
Menunggu dia yang hilang entah kemana,
Menjaga cinta yang kini telah kehilangan makna.

Aku layaknya tuan bodoh yang egois,
Padahal aku tau jika dia tak akan lagi menyapa,
Tapi aku masih setia melihat layar putih yang telah kehilangan nyawa,
Berharap jika dia akan kembali berkata 'hai' lalu kita bisa berceloteh tentang kabar.

Nyatanya, dia tak ada!
Dia lupa akan diriku yang hina,
Tuan bodoh karena harapan fana,
Yang telah jatuh ke dalam lubang nestapa,
Meratap nasib yang perlahan kehilangan cinta.

Hei kau yang dulu aku puja!
Tengoklah sebentar aku yang kini merana,
Berkhayal tentang cinta yang sempurna,
Tapi nyatanya, semua hanya kepalsuan yang telah kau siapkan sejak pertama.

•MgilangDL•

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Aku Cemburu

Aku cemburu dengan malammu, Karena malamku selalu mengharapkan hadirmu, Sedangkan malammu selalu ditemani oleh dia yang kau rindu. Aku cemburu dengan pagimu, Karena pagiku masih saja merindukan dirimu, Sedangkan pagimu selalu bercengkrama mesra dengan dirinya. Aku cemburu dengan senjamu, Karena dalam senjaku selalu terbayang dirimu, Sedangkan dalam sejamu selalu indah ditemani hangat cintanya. Tapi bisa apa aku dengan cemburuku? Karena cemburuku bukan hal yang penting untukmu, Cemburuku hanya penghalang aku dekat denganmu. Aku hanya bisa menuangkan cemburuku dalam tulisan usang yang tak mungkin kamu tau, Dan disitulah aku bisa meluapkan semuanya, Seolah duniaku hanya ada kamu dan setumpuk coretan tentang dirimu. •MgilangDL•

Gelap

Tatkala malam naik ke tahtanya, Hanya gelap yang terlihat dalam visi manusia, Tanpa ada cahaya yang mendamba, Seolah mata menjadi buta seketika.  Manusia berkeliaran tanpa ada arah panduan,  Mencari, meraba, seolah semua yang dituju kehilangan makna, Mereka tersesat dalam siklus yang tak bisa lagi diduga, Hanya bermodal harapan esok akan ada cahaya.  Oh Tuhan yang melihat dalam segalanya, Tanpa ada batasan gelap dan cahaya,  Bimbing mereka dan juga hamba,  Makhluk tersesat dalam gelapnya malam gulita,  Yang tak lelah untuk sekedar mencari seberkas cahaya. Oh Tuhan yang maha tahu akan segala hal, Tanpa ada batasan halangan akal, Beri hamba dan mereka yang masih bertanya dengan jawaban yang tak pernah bisa kehilangan makna, Entah dalam tandamu atau dalam suratanmu. Hamba buta, hamba bodoh, dan hamba tak bisa keluar dalam siklus neraka ini, Mencari apa yang tak bisa hamba temui dan bertanya tentang apa yang tak bisa hamba dapatkan jawabannya. Pandangan hamba m...

Bolehkah Tuhan?

Tuhan bolehkah aku lelah? Menjalani kehidupan yang mulai tak terarah, Merasa diri ini sudah lemah, Dan hanya tinggal menunggu ajal datang menyapa ramah. Tuhan bolehkah aku pulang? Kembali kepangkuan dari pemilik semesta alam? Atau Engkau masih percaya aku mampu bertahan, Menjalani semua sampai takdir berkata aku harus pulang. Tuhan jika memang aku masih harus disini, Meratapi hari dengan kejenuhan yang tak berarti, Maka buatlah diri ini menjadi sosok yang kuat dan tak akan mau berlari, Buatlah diri ini menjadi pribadi yang mampu menatap semuanya dan melangkah maju menghancurkan segala ambisi. Tuhan aku hanya ingin pergi, Tapi jika memang aku tak bisa untuk pergi ijinkan aku untuk menepi, Menyiapkan diri menjalani hari, Sampai nanti bahagia akan datang mengantri. Tuhan semoga aku bisa terus menjalani hari, Mengikhlaskan semua rasa sakit yang terpatri dihati, Dan kelak akan ada orang yang menggantinya dengan kebahagiaan yang sangat berati. Semoga Tuhan. •MgilangDL•